Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2009

10 Etika Anak Soleh Yang Berkesan

(ANTARA PANDUAN YANG DIGALI DARIPADA SURAH LUQMAN)

(Sumbangan Ahli dari Kelantan)

1. Tidak mempersekutukan Allah SWT, Syirik dan Murtad

- Merupakan kesalahan dan dosa yang amat besar.

2. Berbuat baik kepada kedua ibubapa

o Kenangilah penderitaan ibu yang mengandung kita dengan segala susah payah. Apabila kita dilahirkan, kita disusunya sehingga berusia kira-kira 2 tahun.

o Banyak bersyukur kepada Allah SWT kerana diciptakan kita untuk hidup di dunia ini.

o Doakanlah kesejahteraan ke atas mereka dan semoga Allah SWT akan menjaga mereka sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil sehingga dewasa.

3. Yang tidak boleh kita taati suruhan kedua ibubapa hanya apabila dipaksa syirik atau menyembah yang lain daripada Allah SWT (namun 'ketidaktaatan' ini harus dilakukan dengan cara yang baik - penuh hikmah, dakwah, siasah dan diplomasi) Ketaatan kepada ibubapa yang bukan Islam sekalipun (walaupun anaknya itu mualaf) masih diwajibkan (bukan taatkan suruhan mensyirikkan Allah SWT)

4. Memahami bahawa segala amal ibadat kita diketahui oleh Allah SWT walau sekecil mana sekalipun

5. Mendirikan solat

6. Menyuruh perkara kebaikan dan melarang perkara kejahatan (Amar Makruf Wa Nahyu Anil Mungkar) - dakwah lidah, hati dan anggota.

7. Bersabar dan redha diatas segala dugaan

8. Tidak menyombong dan membanggakan diri samada kaya atau miskin, berpangkat ataupun tidak, berilmu atau tidak, tua atau muda atau berketurunan (orang baik-baik) dll.

9. Bersederhana dalam segala perkara.

10. Bersikap lemah lembut dan beradab sopan

Rabu, 03 Desember 2008

Kiat Mengatasi Anak Susah Makan

Balita Anda susah makan? Jangan emosi. Berpikirlah dengan tenang dan aturlah strategi. Berikut dr Soeroyo Machfudz SpA(K) MPH dari Yogyakarta memberikan beberapa kiat yang bisa dimanfaatkan:
  1. Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.
  2. Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. ''Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.'', tutur Soeroyo.
  3. Pada saat orang tua baik ibu maupun ayahnya pulang kerja, pertama kali yang harus dipegang atau disapa adalah anaknya. Jangan yang lain.
  4. Jangan memaksa anak makan sampai mencekoki, mencubit atau bahkan memelototi. Bagaimana bila anak tidak mau sayur, tahu-tempe, dan makanan bergizi lainnya? Soeroyo menyarankan sebaiknya anak 'dilaparkan' dulu. ''Tetapi, kita siapkan makanan yang sudah kita programkan, nanti berangsur-angsur dia akan mau, tetapi memang perlu telaten, disiplin.'',
    jelas dia.
  5. Sebaiknya sedini mungkin kita menerapkan penghargaan dan hukuman yang edukatif. Misalnya, pada waktu anak mau makan dipuji, diajak jalan-jalan, ciuman, pelukan. Bila tidak mau makan, katakan, misalnya, ibu atau ayah tidak mau lihat televisi bersama-sama, tidak mau jalan-jalan lagi.
  6. Pada anak berusia setelah empat bulan-enam bulan, baik diberi bubur instan asalkan anak tak alergi susu. Setelah anak berusia enam bulan, lebih bagus membuat bubur sendiri, karena ada macam-macam pilihan sayuran dan lauk-pauk yang bisa mengurangi kejenuhan rasa. Misalnya, hati dengan bayam, kemudian wortel dengan tempe, kangkung dengan tahu, dan sebagainya. Namun, bila dengan makanan tersebut anak mengalami diare atau muntah maka menu harus dievaluasi.
  7. Pada saat bayi mengalami perubahan makanan seperti enam bulan, sembilan bulan satu tahun, dia akan merasa-rasakan karena rasanya aneh sehingga kadang dimain-mainkan seperti dimuntahkan, ini harus dimasukkan lagi. Prinsipnya bila makanan tersebut dimuntahkan, harus sedikit-sedikit dan makanannya harus lebih cair lagi.
  8. Pada kasus anak yang mengalami gangguan psikis yang manifestasinya pada lambung dengan muntah bisa teratasi kira-kira setelah tiga tahun. Tetapi, kasus seperti itu jarang dan tidak menjadi masalah asal kebutuhan gizi, kalori, lemak, proteinnya tercukupi.

(sumber: republika.co.id)

Jumat, 28 November 2008

Menghentikan Kebiasaan Ngompol Anak

Semua orang tua yang mempunyai anak usia 3 tahun pasti selalu mengharapkan anaknya bisa menghentikan ompolannya. Mengompol memang menjadi persoalan sendiri bagi sebagian besar orangtua, karena membuat orangtua harus bekerja ekstra untuk mengganti alas kasur dan pakaian anak. Bekas ompol yang ada di kasur pun menimbulkan aroma yang kurang sedap. Saat akan melakukan perjalanan jauh, anda harus mempersiapkan popok dan baju yang cukup banyak sehingga merepotkan sekali.

Kebiasaan ngompol yang terjadi pada anak usia 3 tahun masih tergolong wajar. Mereka membutuhkan proses pembelajaran untuk menjadi terbiasa buang air kecil secara rutin. Ada beberapa cara yang dapat disarankan agar anak dapat segera berhenti mengompol dan anda sebagai orang tua sangat berperan penting. Yang harus anda lakukan adalah mulai mengenali kebiasaan atau pola mengompolnya baik pada malam hari atau sianghari saat bermain.
Perhatikan saat anak sedang tertidur, biasanya setelah anak minum cenderung mengompol. Buatlah catatan khusus saat anak akan mengompol, sehingga anda dapat mempola anak dengan membiasakan buang air kecil sebelum waktunya. Lakukanlah terus dalam waktu sebulan, anak akan terbiasa dengan hal tersebut.

Dalam proses membiasakan tersebut, sebaiknya hindari anak tidak merasa tertekan. Karena jika anak merasa tertekan, bisa menghambat proses belajar tidak ngompol. Jika dengan cara seperti itu anak masih ngompol, sebaiknya anda periksakan ke dokter karena kemungkinan ada gangguan biologis dalam diri anak. [perempuan]

Makanan Perusak Gigi Balita

Banyak makanan yang berpotensi merusak gigi balita anda, makanan apa sajakah itu?

Karbohidrat

Menurut dr. Yolin marlisa dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, jenis karbohidrat yang dapat merusak gigi adalah:

  1. Golongan padi-padian atau gandum (dalam bentuk tepung-tepungan).
  2. Golongan buah-buahan dalam bentuk segar, kaleng dan kering.
  3. Makanan dengan bahan utama karbohidrat yang ditambahkan gula atau pemanis seperti cake, muffin, kue kering dan lain-lain.

Kerusakan terjadi karena gula dari hasil penguraian karbohidrat dalam tubuh akan menghasilkan asam yang secara perlahan dapat memicu timbulnya masalah kerusakan gigi misalnya timbulnya lubang, sariawan, pembengkakan pada gusi penyangga gigi. Juga timbulnya infeksi pada jaringan penyanga gigi yang mengikat gigi dengan tulang rahang sehingga gigi menjadi goyang dan akhirnya terlepas dari tempatnya.

Lemak

Sama seperti gula, glukose yang terdapat dalam lemak dapat merusak gigi. Jika makanan yang mengandung banyak lemak tertinggal lama pada gigi dan disela-sela gigi akan cepat membentuk asam yang akhirnya gigi pun akan menjadi rusak.

Gula

Terdiri dari maltsa, sukrosa dan gluksa. Tapi hanya jenis glukosa yang dapat merusak gigi. Glukosa banyak terdapat di dalam permen, madu dan marshmallow.

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari kerusakan gigi:

  • Biasakan anak anda selalu menggosok gigi sebelum tidur. Saat tidur, air liur tidak berjalan sebagai mana mestinya sehingga akan tetap berada di dalam mulut. Air liur ini membantu bakteri untuk membusukkan sisa-sisa bahan makanan yang menempel pada gigi dan sela-sela gigi.
  • Biasakan anak anda untuk berkumur terutama setelah mengkonsumsi makanan yang manis dan setelah minum susu, karena hal ini dapat membantu mengurangi sisa makanan yang menempel pada gigi dan disela-sela gigi, serta mengencerkan zat asam dalam mulut.
  • Lakukan perawatan gigi dan mulut secara rutin dan berkala dengan mengunjungi klinik dokter gigi. Perawatan semasa balita sangat menentukan kesehatan gigi dan mulut pada usia dewasa.
  • Lakukan pergantian sikat gigi tiap 4-6 minggu sekali.